Produsen Bantal Leher Promosi Perusahaan

BARCELONA, Saco-Indonesia.com — Pesepak bola dari Brazil Neymar memiliki kecepatan lari yang cukup tinggi. Dia bisa mencapai kecepatan 34,7 kilometer per jam. Selain jago gocek, kelebihan ini bisa membuat Barcelona semakin tajam dan berbahaya.

Neymar selama ini sering dianggap sebagai "pemain terhormat" di Santos. Sebab, ia memerlukan perlakuan khusus pada fisik. Bahkan, yang menggambarkan dia sebagai "pemain terhormat" itu adalah ahli fisioterapi Santos, Luis Fernando de Barros, setelah melihat statistiknya.

Neymar diperlakukan secara hati-hati oleh Fernando. Demikian juga ahli fisioterapi timnas Brasil, Jose Luiz Runco, yang memperlakukannya dengan hati-hati. Ini untuk memastikan agar dia dalam kondisi fisik yang prima. Sebab, fisiknya memang agak spesifik.

Neymar memiliki tinggi 174 sentimeter. Namun, bobotnya hanya 60 kilogram. Oleh karenanya, jika tak diperlakukan secara hati-hati, dia rentan terkena cedera.

"Neymar fiber murni dan genetik. Dia benar-benar pemain terhormat," kata Fernando kepada surat kabar Spanyol, El Mundo Deportivo.

Sejak 2009, pemain 21 tahun itu sudah bermain di 277 pertandingan, baik untuk Santos maupun timnas Brasil. Dia membutuhkan supervisi medis yang ketat untuk mengurangi risiko cedera karena kondisi fisik bawaannya.

Meski begitu, hal itu tak menghentikannya berkembang sebagai atlet yang eksplosif. Bahkan, ia memiliki kecepatan lari yang termasuk luar biasa, yakni 34,7 kilometer per jam.

Jika dibandingkan, ia hanya kelah sedikit dari pemain bola cepat lainnya. Sejauh ini, pemain tercepat masih dipegang Cristiano Ronaldo dan Thierry Henry dengan catatan 39,2 kilometer per jam. Urutan berikutnya adalah Arjen Robben dengan kecepatan 37,8 kilometer per jam. Adapun pemegang rekor lari sprint, Usain Bolt, memiliki kecepatan 44 kilometer per jam.

Berdasarkan statistik ini, tak heran jika Pelatih Barcelona, Tito Vilanova, merasa bahwa kehadiran Neymar bakal mempertajam serangan timnya. "Dia pemain yang bisa beroperasi di berbagai posisi, tak hanya di sayap. Dia juga bisa bermain di belakang striker. Kami akan memikirkan perannya sebaik mungkin. Dia pemain yang sangat berbakat," puji Vilanova.

Editor : Liwon Maulana
Sumber:Kompas
Bintang Muda Brazil Neymar Kecepatan larinya mencapai 34,7 Km/Jam
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepalís Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »