Produsen Bantal Tulang Club Mobil

Puncak haji menjelang. Jamaah haji dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, bersiap untuk melakukan wukuf di Arafah pada Senin (14/10) siang. Mereka akan mulai diberangkatkan ke Padang Arafah mulai hari ini, Minggu (13/10).

Namun, ada juga jamaah yang tidak langsung menuju Arafah, melainkan Mina. Mereka akan menginap semalam di Mina sebelum ke Arafah atau yang biasa disebut sebagai Tarwiyyah.
 
Data yang dikeluarkan Seksi Bimbingan Ibadah dan Pengawasan KBIH menyebutkan bahwa tahun ini, lebih dari 10.000 jamaah haji Indonesia akan mengikuti Tarwiyah. Mereka akan berangkat lebih dulu menuju Mina untuk menginap semalam di sana, baru kemudian menuju Arafah dan melaksanakan ibadah wukuf.
 
Jamaah haji Indonesia yang akan mengikuti tarwiyyah ini berasal dari 11 embarkasi, yaitu: Palembang (30), Padang (18), Batam (60), Jakarta – Pondok Gede (1.229), Jakarta – Bekasi (2.215), Solo (4.233), Surabaya (2.459), Makassar (383), Banjarmasin (68), Balikpapan (105), dan Lombok (28).
 
Dari data yang sudah masuk pada Seksi Bimbingan Ibadah dan Pengawasan KBIH sampai Minggu (13/10) padi, 52.199 jamaah haji Indonesia akan melakukan nafar awal. Sedangkan 62.928 akan melakukan nafar tsani sehingga jumlah seluruhnya adalah 115.127.
 

Data ini masih akan terus bertambah karena belum semuanya memberikan laporan. Sebagaimana diketahui, jamaah haji Indonesia yang diberangkatkan ke Arab Saudi berjumlah 156.466 orang.

Sumber : http://saharakafila.com

Baca Artikel Lainnya : JAMAAH ACEH TELAH MENYELESAIKAN TAWAF IFADAH

 

JAMAAH INDONESIA MENGINAP DI MINA

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »